Tugu Pratama lndonesia Mempersiapkan IPO

Section: News

Pengantar Redaksi:

Tugu Pratama lndonesia (TUGU) merupakan perusahaan asuransi umum/kerugian yang Presiden Direklur TUGU pendiriannya digawangi oleh PT M. Afdal Bahaudin Pertamina (Persero) dengan tujuan awal untuk mengelola asuransi yang berkaitan dengan risiko-risiko minyak dan gas bumi serta kegiatan-kegiatan lain yang terkait baik atas hak milik maupun kepentingankepentingannya.

Maksud dan tujuan Perseroan menurut Anggaran Dasar adalah melakukan usaha di bidang Asuransi Umum, Reasuransi, dan termasuk Asuransi Syariah. Berikut petikan wawancara Presiden Direktur TUGU, M. Afdal Bahaudin, kepada Media Pertamina pada acara Media Workshop & Gathering, di Bogor, Sabtu (16/1).

Seperti apa strategi yang dijalankan oleh TUGU?

Sebagai Anak Perusahaan PT Pertamina (Persero) dengan kepemilikan saham mayoritas sebesar 65%, TUGU pastinya dituntut untuk terus tumbuh dan berkembang (Growth) serta mampu meningkatkan laba perusahaan melalui ekspansi bisnis ke sektor Non Migas melalui penetrasi pasar yang baru maupun inovasi produk yang dibutuhkan oleh pasar sehingga dapat mempercepat tercapainya balancing dari portoiolio antara pendapatan premi di sektor Migas dan Non Migas, dengan kata lain melakukan "Revitalisasi Pasar".

Di sisi lain sejalan dengan kebijakan PT. Pertamina (Persero) untuk lebih meningkatkan kinerja para Anak Perusahaan, TUGU juga telah mempersiapkan diri untuk melaksanakan IPO (Initial Public Offering) sejak tahun 2008, namun hal ini masih tertunda dikarenakan situasi dan kondisi pasar yang belum kondusif pada saat itu. Tujuan utamanya, dengan IPO dapat lebih meningkatkan Good Corporate Governance (GCG) serta profesionalisme dalam rangka memperkuat diri untuk menjadi pemain di kawasan regional maupun internasional.

Strategi lain juga dilakukan oleh TUGU melalui pembenahan internal (rentrenchment) dalam upaya meningkatkan budaya kerja berdasarkan nilai-nilai yang dimiliki oleh perusahaan (corporate values) dan etika bisnis yang berlaku pada umumnya.

Apakah ada kendala dalam menjalankan strategi tersebut? 

Kendala itu pasti ada, hanya bagaimana kita melihat kendala tersebut menjadi peluang. Yang pasti optimalisasi budaya pelayanan (service excellence) yang harus ditingkatkan secepatnya. Karena disisi lain, pelaku pasar di industri asuransi umum jumlahnya telah mendekati 100 perusahaan, ASEAN-China Free Trade Agreement (ACFTA) telah diimplementasikan sejak Januari ini, sedangkan kebijakan AFTA segera menyusul pada 2012, tentunya hal-hal tersebut juga menjadi tantangan besar tersendiri bagi TUGU untuk lebih cermat menyikapi persaingan yang ada melalui proses layanan, sosialisasi dan edukasi yang optimal kepada para client secara berkesinambungan.

Untuk itu Komisaris dan Direksi dengan seluruh tim Manajemen di TUGU harus bekerjasama dalam melakukan "Continuous Improvement", sehingga kami dapat memenuhi seluruh harapan dari pemegang saham mayoritas yaitu Pertamina.

Bagaimana antisipasi mengatasi kendala tersebut?

Banyak hal misalnya dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM) terkait masalah organisasi ataupun penilaian kinerja. Salah satu yang kami lakukan adalah dengan menerapkan mekanisme Key Performance Indicator (KPI) untuk melakukan penilaian kinerja bagi para pekerja, dengan mekanisme ini pekerja dituntut untuk memberikan kinerja terbaik bagi perusahaan sesuai dengan bidang tugas di masing-masing unit, maka reward and punishment dapat diterapkan secara adil dan transparan.

Sistem KPI yang diterapkan untuk level VP sampai dengan officer merupakan cascading dari Kontrak Kinerja (Performance Contract) yang dituangkan dalam Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) kepada pemegang saham yang setiap tahunnya diperjanjikan dan dipertanggungjawabkan sebagai target yang harus dicapai di akhir tahun kepada pemegang saham, sebagai bagian dari Pertormence-Meneqement System (PMS).

Karena dari sekian banyak permasalahan yang ada budaya korporasi merupakan hal yang perlu ekstra kerja keras memperbaikinya. Untuk itu, kami mengambil keputusan untuk menerapkan PMS dimana dibalik PMS itupun cukup dapat mengubah prilaku-prilaku individu dan memperbaiki kualitas arus koordinasi dan komunikasi yang tentunya mempengaruhi produkivitas kinerja.

Sejauh apa kontribusi Pertamina bagi TUGU? 

Sebagai pemegang saham pengendali tentunya PT. Pertamina (Persero) memiliki peran penting bagi TUGU dalam memberikan dukungan positif terhadap arah kebijakan perusahaan. Sedangkan dari sisi pasar komposisi portofolio TUGU dari sektor Migas khususnya Pertamina menyumbang sekitar 30 % dan BP Migas/PSC's sekitar 30 % sedangkan 40 % lainnya dari pangsa pasar Non Migas.

Sedangkan untuk laba TUGU pada tahun 2009, dari mayoritas perolehan transaksi sekitar 80 hingga 90 persen itu adalah dolar. Kemudian RKAP yang terkonsolidasi kepada Pertamina adalah rupiah, parameternyapun dengan rupiah kemudian kursnya juga mengikuti Pertamina.

Sekarang kalau pencapaian target per September 2009 unaudited itu sudah 92 persen dari RKAP thn.2009 (dalam dolar). Seperti juga perusahaan minyak di dunia yang umumnya memiliki captive di bidang asuransi dengan tujuan untuk lebih mengoptimalkan risiko yang mungkin terjadi serta melakukan efisiensi dalam pengelolaan investasinya, TUGU komit tetap akan mendukung program pengelolaan risiko khususnya untuk PT. Pertamina (persero) dan tetap akan mempertahankan kompetensi bisnisnya di sektor Migas karena hal ini sudah merupakan trade mark dari TUGU serta dikenal dan diakui secara nyata oleh dunia internasional.

Contoh sejak saya ditugaskan di TUGU pada akhir Oktober 2007, seperti kasus kebakaran gedung, kebakaran kapal, dan sebagainya kalau memang itu claimable dan sesuai persyaratan, ketentuan yang berlaku maka akan langsung segera dibayarkan karena itu menjadi kewajiban utama TUGU kepada Pertamina.

Tentunya- hal inipun dilakukan sebagaimana kepada client lain.

Untuk kebakaran Depot Plumpang masih dalam proses tapi dari pihak TUGU sudah disiapkan dananya hanya menunqqu dokumen persyaratan yang menjadi ketentuan asuransi dari pihak Pertamina.

Seperti apa target-target yang ingin dicapai TUGU?

Untuk sasaran jangka panjang TUGU sendiri pada tahun 2009 telah melakukan restrukturisasi dan diversifikasi. Untuk 2010 kita akan tetap fokus pada strategi "optimalisasi sumber daya dan revitalisasi pasar" dan menuju perusahaan publik, serta menerapkan keseimbangan portofolio dari Migas dan Non Migas serta sektor Konsumer maupun Syariah. 

Selanjutnya pertumbuhan berkelanjutan pada 2011 - 2013 menuju perusahaan asuransi terbaik di lndonesia hingga pada 2014 diharapkan mampu menjadi perusahaan asuransi umum berkelas regional ataupun dunia.

Download Article (PDF)