Tim Kami

PENTINGNYA SUMBER DAYA MANUSIA

Kapal yang kokoh dengan kelengkapan teknologi tercanggih sekalipun, membutuhkan nahkoda dan awak kapal yang terampil agar mampu beroperasi optimal. Demikian halnya perusahaan, kecanggihan teknologi tidak akan mampu mencapai sasaran yang diharapkan tanpa Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional dan tepat.

Menyadari hal itu, TPI menempatkan SDM sebagai aset utama Perusahaan, dengantidak hanya sekedar menitikberatkan pada faktor produksi. Sebagai strategi untuk mewujudkan manusia yang profesional, Perseroan berupaya agar  karyawannya memperoleh pendidikan intensif dari lembaga pendidikan terpercaya baik dalam atau luar negeri. Di dalam negeri, TPI menggandeng lembaga pendidikan seperti Asosiasi Ahli Manajemen Asuransi Indonesia (AAMAI), Lembaga Pendidikan Asuransi Indonesia (LPAI), dan Jakarta Insurance Institute (JII). Sejumlah lembaga pendidikan luar negeri kami percayakan untuk menyelenggarakan pendidikan bagi karyawan kami, antara lain Chartered Insurance Institute (CII) di London, dan Malaysia Insurance Institute (MII) di Kuala Lumpur.

TPI percaya bahwa pengembangan SDM adalah investasi jangka panjang. Untuk itu kami bertekad terus meningkatkan kualitas pendidikan karyawan. Sejak 2006, Perseroan telah menyelenggarakan Program Beasiswa Pendidikan Formal bagi karyawan, yang diharapkan dapat meningkatkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi, baik jenjang S1 maupun S2.

Perseroan juga selalu mendorong pencapaian gelar profesi bagi karyawan. Hingga sekarang, jumlah tenaga profesi di TPI mencapai lebih  20% dari jumlah karyawan.Guna memberikan exposure yang lebih luas kepada pekerja, kami berinisiatif menggelar program magang kerja (on the job training) dengan TPI Group serta mitra kerja lainnya, baik di dalam maupun luar negeri. Program ini pada akhirnya diharapkan mampu memberikan nilai tambah (value added) kepada individu itu sendiri maupun Perseroan di waktu mendatang.

Ketatnya kompetisi mendorong Perusahaan mentransformasi budaya dan pola pikir karyawannya. Caranya, Perusahaan merevitalisasi struktur dan pengelolaan SDM, serta menerapkan sistem unjuk prestasi (merit system) sebagai wujud dari pengelolaan perusahaan yang baik.

Budaya kerja yang dibangun dari visi dan misi Perusahaan juga terus dikembangkan. Diantaranya, program rotasi dan perekrutan tenaga kerja baru oleh Perseroan telah memberikan dampak positif kepada pengembangan budaya kerja. Di era dewasa ini, karyawan sepenuhnya menyadari bahwa Perusahaan telah memasuki era persaingan terbuka. Keberhasilan TPI tergantung sepenuhnya dari kerja keras seluruh lapisan karyawan.

Karyawan Berdasarkan Kualifikasi Tenaga Ahli Asuransi:

Oleh karena itu, transformasi Perusahaan termasuk budaya kerja (corporate culture) secara terus menerus dilakukan melalui internalisasi Visi, Misi, Tata Nilai kepada seluruh pekerja.

Di samping itu, digelar program- program seperti pelatihan kepemimpinan, komunikasi efektif serta media internal Perusahaan (Intracess) yang memasukkan tata nilai yang dianut. Semua langkah tersebut dilakukan secara berkesinambungan agar nilai Perusahaan menjadi bagian mendasar dalam bekerja.

Paradigma Baru telah bergulir. Diharapkan kegiatan usaha lebih efisien, tetap mampu bertahan, meraih peluang serta memenangkan setiap persaingan dalam arti yang sesungguhnya untuk menyongsong era yang baru.